Pada suatu hari di satu sudut Kantor Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat,
saya terlibat obrolan ringan dengan beberapa guru dan kepala sekolah dari
beberapa kota di Jawa Barat. Kehadiran kami disitu dalam rangka mempersiapkan
akreditasi sekolah, yang kebetulan sekolah saya termasuk di dalamnya.
Tanpa moderator, tanpa pembawa acara obrolan kami mengalir. Sampai datang
salah seorang pejabat dari Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat, dan menyapa
kami, yang kemudian ikut larut dalam perbincangan. Perbincangan menurut saya
semakin menarik ketika masuk tema pemanfaatan teknologi informasi dalam
pendidikan.
“Guru sekarang mah enak, internet sudah ada dimana-mana. Mau cari materi
pembelajaran tinggal buka internet, semua ada disitu. Beda dengan jaman saya
dulu.” Ujar sang pejabat yang kebetulan memulai karirnya dari seorang guru,
membuka pembicaraan.
“Enak gimana, pak. Boro-boro mau buka-buka internet. Nyalakan komputer saja
saya nggak bisa” seorang ibu guru langsung menyanggah.
“Lho, bukannya hampir semua sekolah di Jawa Barat ini sudah dapat bantuan
komputer ?”
“Iya pak, memang sekolah kami juga sudah dapat komputer. Tapi belum apa-apa
kepala sekolah sudah ngasih macam-macam warning ke guru-guru untuk penggunaan
komputer. Jadi belum apa-apa kami sendiri takut make komputer. Takut rusak,
takut kenapa-napa.Takut nanti komputernya kena virus, dan ketakutan-ketakutan
lainnya. Jadi wajar kalo sampe sekarang kami belum bisa make komputer. “
Kami yang hadir disitu hanya tersenyum simpul mendengar pengakuan polos sang
guru.
Saya hanya bertanya dalam hati : “HARI GINI GURU TAKUT MAKE KOMPUTER ???”
Sambil ngobrol, pikiran saya melayang-layang….
Bagaimana saya sering melihat setiap bubaran sekolah warnet-warnet selalu
penuh dengan anak-anak berseragam SMP atau SMA. Bagaimana mereka yang
notabene bersatus murid, sudah sangat familier dengan yang namanya
Friendster, google, yahoo, chating, browsing..
Mungkin kalau istilah-istilah tersebut disampaikan ke guru tadi, yang didapat
bukan jawaban, tapi balik pertanyaan … makanan sejenis apakah
istilah-istilah tersebut.
Tentunya ini harus menjadi sebuah PERTANYAAN BESAR bagi institusi pendidikan
mulai dari Depdiknas, Dinas Pendidikan dan Satuan-satuan pendidikan bagaimana
meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan Teknologi Informasi.
Sangat disayangkan memang bahwa keinginan besar dari pemerintah yang memiliki
komitmen kuat untuk mengembangkan Teknologi Informasi dalam dunia pendidikan,
tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh satuan-satuan pendidikan, termasuk
orang-orang yang berkecimpung didalamnya. Satu contoh keinginan besar
pemerintah untuk memanfaatkan Teknologi Informasi dalam dunia pendidikan,
adalah dengan membuat program Jardiknas (Jaringan Pendidikan Nasional),
ternyata tidak diikuti kemampuan SDM di dalamnya. Terbukti dalam
perjalanannya untuk entry data NUPTK, misalnya harus melibatkan tenaga dari
luar institusi Dinas Pendidikan.
Kembali pada kemampuan guru untuk memanfaatkan Teknolgi Informasi. Sudah
semestinya guru mampu memanfaatkan Teknologi Informasi ini semaksimal
mungkin. Banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan dari Teknologi Informasi ini. Misalnya untuk mencari materi-materi pelajaran atau mencari sumber-sumber pembelajaran lainnya. Dan yang pasti tidak GAPTEK (Alias Gagap Teknologi) yang tentunya ini untuk menjaga wibawa guru juga. Bagaimanapun, seorang guru sudah ditasbihkan untuk menjadi lebih dibanding muridnya. Termasuk dalam pemanfaatan teknologi informasi.
SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL ……