“Harta yang paling berharga
adalah keluarga
mutiara yang paling indah
adalah keluarga”
Penggalan syair di atas saya kutip dari theme song Keluarga Cemara. Serial
sinetron keluarga yang ditayangkan RCTI setelah acara Buletin Siang. Buat saya
dan juga mungkin Anda, syair lagu itu terasa menyejukkan hati. Betapa tidak,
syair itu menyeruak di tengah pengapnya atmosfer kehidupan kita oleh serbuan
lagu-lagu yang melulu menjajakan syahwat. [...]
Arsip untuk Agustus, 2009
KELUARGA BAHAGIA : ANTARA ADA DAN TIADA
Diposkan dalam Uncategorized pada Agustus 25, 2009 | Leave a Comment »
In Memoriam… (Sebuah tulisan yang aku sadur dari sebuah Blog oleh Cahaya Khairani)
Diposkan dalam Uncategorized pada Agustus 24, 2009 | Leave a Comment »
Wanita berusia 60 tahun itu dipanggil “Mbah” oleh anak jalanan Stasiun Lempuyangan. Aku mengenal Mbah sejak anak jalanan Stasiun Lempuyangan tidak dapat kutemui lagi berkeliaran di stasiun, dengan begitu tentu saja aku kesulitan untuk mengumpulkan mereka mengaji di masjid stasiun itu.
Seorang anak jalanan, Yudi mengantarku ke rumah Mbah, tidak jauh dari stasiun. “Sekarang anak-anak tidur [...]
Pelajaran Berharga Sebelum Sholat
Diposkan dalam Uncategorized pada Agustus 24, 2009 | Leave a Comment »
Sudah kewajiban seorang muslim berwudhu (bersuci) sebelum sholat. Sudah pasti tidak sah seseorang yang sholat tanpa berwudhu. Nah, suatu hari saya dan seorang sahabat hendak sholat berjamaah, kemudian saya bertanya pada diri sendiri dengan suara pelan, “Eh, sepertinya saya masih punya wudhu dan belum batal. Nggak usah wudhu ah.”
Mendengar suara saya tersebut, sahabat di sebalah [...]
Mata Kuliah dari Seorang Pemulung
Diposkan dalam Uncategorized pada Agustus 24, 2009 | Leave a Comment »
Hujan rintik-rintik tiba-tiba mengguyur kawasan kampus di kota saya. Saya bergegas masuk ke sebuah warung bubur langganan para mahasiswa di depan fakultas teknik sebuah PTN. Di sudut warung tersebut, seorang lelaki berkumis sedang begitu santai menikmati segelas kopi dan sebatang rokok kretek. Saya duduk tak begitu jauh darinya.
Ketika hujan mulai lebat, laki-laki itu memarkir sepeda [...]