Feeds:
Pos
Komentar

Archive for April, 2008

ibu dan kasihnyaPada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang. Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tdk mempunyai uang.
Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?” ” Ya, tetapi, aku tdk membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu
“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.
Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai ber lina ng. “Ada apa nona?” Tanya si pemilik kedai.

“Tidak apa-apa” aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.
“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi ! tetapi,? ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah” “Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana , menarik nafas panjang dan berkata “Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”
Ana , terhenyak mendengar hal tsb. “Mengapa aku tdk berpikir ttg hal tsb? Utk semangkuk bakmi dr org yg baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.

Ana , segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg hrs diucapkan kpd ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana , kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah ” Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tdk memakannya sekarang”. Pada saat itu Ana tdk dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kpd org lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kpd org yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.

RENUNGAN:
BAGAIMANAPUN KITA TIDAK BOLEH MELUPAKAN JASA ORANG TUA KITA. SERINGKALI KITA MENGANGGAP PENGORBANAN MEREKA MERUPAKAN SUATU PROSES ALAMI YANG BIASA SAJA; TETAPI KASIH DAN KEPEDULIAN ORANG TUA KITA ADALAH HADIAH PALING BERHARGA YANG DIBERIKAN KEPADA KITA SEJAK KITA LAHIR. PIKIRKANLAH HAL ITU?? APAKAH KITA MAU MENGHARGAI PENGORBANAN TANPA SYARAT DARI ORANG TUA KITA?
HAI ANAK-ANAK, TAATILAH ORANG TUAMU DALAM SEGALA HAL, KARENA ITULAH YANG INDAH DIDALAM TUHAN.

Iklan

Read Full Post »

Pada suatu hari di satu sudut Kantor Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat,

saya terlibat obrolan ringan dengan beberapa guru dan kepala sekolah dari

beberapa kota di Jawa Barat. Kehadiran kami disitu dalam rangka mempersiapkan

akreditasi sekolah, yang kebetulan sekolah saya termasuk di dalamnya.

Tanpa moderator, tanpa pembawa acara obrolan kami mengalir. Sampai datang

salah seorang pejabat dari Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat, dan menyapa

kami, yang kemudian ikut larut dalam perbincangan. Perbincangan menurut saya

semakin menarik ketika masuk tema pemanfaatan teknologi informasi dalam

pendidikan.
“Guru sekarang mah enak, internet sudah ada dimana-mana. Mau cari materi

pembelajaran tinggal buka internet, semua ada disitu. Beda dengan jaman saya

dulu.” Ujar sang pejabat yang kebetulan memulai karirnya dari seorang guru,

membuka pembicaraan.

“Enak gimana, pak. Boro-boro mau buka-buka internet. Nyalakan komputer saja

saya nggak bisa” seorang ibu guru langsung menyanggah.

“Lho, bukannya hampir semua sekolah di Jawa Barat ini sudah dapat bantuan

komputer ?”

“Iya pak, memang sekolah kami juga sudah dapat komputer. Tapi belum apa-apa

kepala sekolah sudah ngasih macam-macam warning ke guru-guru untuk penggunaan

komputer. Jadi belum apa-apa kami sendiri takut make komputer. Takut rusak,

takut kenapa-napa.Takut nanti komputernya kena virus, dan ketakutan-ketakutan

lainnya. Jadi wajar kalo sampe sekarang kami belum bisa make komputer. ”

Kami yang hadir disitu hanya tersenyum simpul mendengar pengakuan polos sang

guru.

Saya hanya bertanya dalam hati : “HARI GINI GURU TAKUT MAKE KOMPUTER ???”

Sambil ngobrol, pikiran saya melayang-layang….
Bagaimana saya sering melihat setiap bubaran sekolah warnet-warnet selalu

penuh dengan anak-anak berseragam SMP atau SMA. Bagaimana mereka yang

notabene bersatus murid, sudah sangat familier dengan yang namanya

Friendster, google, yahoo, chating, browsing..
Mungkin kalau istilah-istilah tersebut disampaikan ke guru tadi, yang didapat

bukan jawaban, tapi balik pertanyaan … makanan sejenis apakah

istilah-istilah tersebut.

Tentunya ini harus menjadi sebuah PERTANYAAN BESAR bagi institusi pendidikan

mulai dari Depdiknas, Dinas Pendidikan dan Satuan-satuan pendidikan bagaimana

meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan Teknologi Informasi.
Sangat disayangkan memang bahwa keinginan besar dari pemerintah yang memiliki

komitmen kuat untuk mengembangkan Teknologi Informasi dalam dunia pendidikan,

tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh satuan-satuan pendidikan, termasuk

orang-orang yang berkecimpung didalamnya. Satu contoh keinginan besar

pemerintah untuk memanfaatkan Teknologi Informasi dalam dunia pendidikan,

adalah dengan membuat program Jardiknas (Jaringan Pendidikan Nasional),

ternyata tidak diikuti kemampuan SDM di dalamnya. Terbukti dalam

perjalanannya untuk entry data NUPTK, misalnya harus melibatkan tenaga dari

luar institusi Dinas Pendidikan.

Kembali pada kemampuan guru untuk memanfaatkan Teknolgi Informasi. Sudah

semestinya guru mampu memanfaatkan Teknologi Informasi ini semaksimal

mungkin. Banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan dari Teknologi Informasi ini. Misalnya untuk mencari materi-materi pelajaran atau mencari sumber-sumber pembelajaran lainnya. Dan yang pasti tidak GAPTEK (Alias Gagap Teknologi) yang tentunya ini untuk menjaga wibawa guru juga. Bagaimanapun, seorang guru sudah ditasbihkan untuk menjadi lebih dibanding muridnya. Termasuk dalam pemanfaatan teknologi informasi.

SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL ……

Read Full Post »